Skip to main content

Kiat Sukses Membuat Buku dari Karya Ilmiah

Pada pertemuan ke empat pelatihan menulis dibawah naungan Om Jay semakin terasa bahwa menulis menjadi kebiasaan bagi diri sendiri. 
Pelatihan malam ini dibuka dengan pemaparan biodata moderator dan pesan-pesan yang begitu menggunggah hati para pembacanya.
1. Berada di pelatihan menulis bersama para orang-orang hebat bukanlah kebetulan, melainkan ada rencana besar Allah yang dipersiapkan-Nya. Oleh karena itu, maksimalkan apa yang telah dicapai hingga mencapai sebuah tujuan yang sesungguhnya.
2. Belajar menulislah dari siapapun dan dimanapun, bahkan Bapak/Ibu dalam pelatihan menulis ini pun sudah sangat luar biasa. Kelas menulis PGRI asuhan Om Jay ini sangat istimewa. Di samping menunya yang luar biasa, juga materinya disajikan dengan penuh cinta. Tidak hanya tentang menulis, melainkan juga tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih berguna.
3. Sang blogger dan writer melekat oada diri setiap peserta. Pada saat masuk di kelas ini, maka gelar sebagai blogger dan writer langsung melekat pada diri peserta. Oleh karena itu, pertahankan dengan sebaik-baiknya.
4. Menulis resume-lah dengan sepenuh hati dan dengan selengkap-lengkapnya dengan menggunakan kalimat yang dibuat sendiri. Manfaatnya, menjadi bahan rujukan belajar dan memudahkan dalam membuat atau menerbitkan menjadi buku solo.
5. Aplikasikan ilmu dari setiap narasumber dalam menulis hasil diskusi ataupun tulisan lainnya agar perbaikan dalam menulis langsung dirasakan. Dalam kurun waktu sebentar saja, hasilnya akan menakjubkan. Moderator sudah membuktikannya.
Maka kalimat yang selalu terbayang dan memberikan energi baru nan positif seperti apa yang disampaikan oleh moderator pelatihan menulis malam ini yaitu Ibu Rosminiyati:
"Menulislah setiap hari, buktikan apa yang terjadi. Karya besar sudah menanti. Tanpa pernah kita sadari"

Selanjutnya dilanjutkan oleh pemaparan atau intisari dari pembahasan diskusi malam ini tentang "Membuat tulisan dari Karya Ilmiah" oleh Noralia Purwa Yunita, M.Pd.
Ternyata berdasarkan judul pembahasan diskusi malam ini proses membuat tulisan dari karya ilmiah ternyata tidak mudah. Antara laporan karya ilmiah dan buku tidaklah sama. Ada beberapa hal yang harus dihilangkan dan ada beberapa hal yang harus ditambahkan.
Lalu, bagaimana kiat-kiat menulis tulisan dari karya ilmiah?
1. Mengubah Judul
Judul karya ilmiah versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian. Sebagai contoh
Judul Tesis: Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA.
Ternyata judul karya ilmiah diaatas ketika diubah menjadi judul buku menjadi: 
Kiat Menulis Modul Berbasis Riset
Maka dapat dilihat dari contoh diatas adanya penembangan judul yang disesuaikan dengan kata KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya agar menjadi judul yang menarik atau populer.
2. Mengubah daftar isi
Menurut pemaparan pemateri untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa 
BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah
BAB 2 landasan teori
Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus2 statistika
Bab 4 hasil dan pembahasan
Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.
Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi sebagai berikut:
2.1. hasil belajar
2.2. media pembelajaran
2.3. Modul
2.4. metode pembelajaran
2.5 pembelajaran berbasis riset
Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu sebagai berikut:
Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku
Bab 2 TEORI BELAJAR yang dapat berisi
2.1. Belajar
2.2. permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku
Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian media
3.2. jenis media
3.3. manfaat media
Sedangkan, untuk *Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku*
Bab 4 mengenal modul 
4.1.pengertian modul
4.2. karakteristik modul
4.3.sistematika modul
4.4. kelebihan modul
Lakukan hal tersebut hingga sub bab pada karya ilmiah selesai dibahas menjadi bab baru pada buku.
3. Mengubah sedikit karya ilmiah
Bagaimana caranya?
Dengan milangkan semua kata "penelitian, laporan PTK, laporan skripsi" dahn lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah. Seketika boleh menyisipkan grafik namun jangan terlalu banyak.
4. Strategi Menulis referensi daftar pustaka
Ada beberapa situs yang dapat dijadikan sebagai sumber daftar pustaka. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book, atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya.
Dari penjelasan yang telah ditulis, dengan demikian, membuat  buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya.
Selain itu agar karya ilmiah kita memiliki manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Fungsinya agar dapat dibaca oleh para pengajar lainnya. Ini lebih baik daripada berbagi file laporan karya ilmiah kita. Jika karya ilmiah kita dibukukan, selain memberikan manfaat dalam berbagi ilmu, buku karya ilmiah karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangat penting dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar untuk menambah nilai angka kredit. Selian itu, karya kita juga tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.



Comments