Skip to main content

Bongkar Kiat Mudah Menulis Fiksi beserta Proses Kreatifnya!

Pentingnya literasi dan numerasi mengharuskan generasi milenial sadar akan pentingnya menulis. Sebelum menulis, pentinya untuk generasi ini untuk memperbanyak berbagai bacaan. Salah satunya yaitu membaca bacaan-bacaan fiksi. 
Dengan membaca bacaan fiksi pembaca dapat berimajinasi terhadap apa yang ia baca.  Maka, hal ini menjadi penting untuk dipelajari.
Dengan banyak membaca karya fiksi selain mengembangkan imajinasi juga belajar tentang gaya penulisan.
Berikut kiat-kiat menulis cerita fiksi menurut seorang pegiat literasi bapak Sudomo, S.Pt.

1. Tema
× Ide pokok cerita;
× Tips menentukan tema: dekat dengan penulis, menarik perhatian
penulis, bahan mudah diperoleh, dan ruang lingkup terbatas;
× Cara menentukan tema: Menyesuaikan dengan minat,
mengangkat kehidupan nyata, berimajinasi, membaca, dan
mendengarkan curahan hati;
× Contoh Tema: Berkah kejujuran; Pendidikan dan kemiskinan;
Persahabatan tiga anak SD; Pengalaman siswa selama Belajar di
Rumah; Perjuangan guru selama Pembelajaran Jarak Jauh
2. Premis
× Ringkasan cerita dalam satu kalimat;
× Unsur-unsur premis: karakter, tujuan tokoh,
rintangan/halangan, dan resolusi;
× Cara membuat premis: tulis masing-masing unsur
pembentuknya kemudian rangkai menjadi satu kalimat
utuh;
× Contoh Premis: Seorang anak SD mengajak dua orang
temannya melakukan perjalanan ke rumah kakeknya dan
berusaha memperoleh pemahaman tentang materi IPA
3. Alur/Plot
× Struktur rangkaian kejadian dalam cerita;
× Macam-macam alur: Alur maju, alur mundur, alur
campuran, alur flashback, dan alur kronologis;
× Unsur-unsur alur/plot: Pengenalan cerita, Awal konflik,
Menuju konflik, Konflik memuncak/klimaks,
Penyelesaian/ending;
× Unsur-unsur alur/plot tersebut urutannya bisa diubah
tergantung pada jenis alur yang dipilih.
4.Penokohan

× Penjelasan selangkah demi selangkah penjelasan detail

karakter dalam cerita;
× Macam-macam tokoh: protagonis, antagonis, dan
tritagonis;
× Teknik penggambaran tokoh: analitik, fisik dan perilaku
tokoh, lingkungan tokoh, tata bahasa tokoh, dan
penggambaran oleh tokoh lain.
5. Latar/Setting
× Penggambaran waktu, tempat, dan suasana terjadinya
peristiwa-peristiwa dalam cerita;
× Jenis-jenis latar: latar waktu, latar tempat, latar suasana,
latar sosial, latar material, dan latar integral.
Sudut Pandang
× cara penulis menempatkan dirinya terhadap cerita yang
diwujudkan dalam pandangan tokoh cerita;
× Macam-macam sudut pandang: Orang Pertama Tunggal,
Orang Pertama Jamak, Orang Kedua, Orang Ketiga
Tunggal, Orang Ketiga Jamak, dan Campuran

Ternyata ada proses kreatif dalam pembuatan cerita fiksi. Lalu bagaimana proses kreatif menulis cerita fiksi?
1. Niat: Motivasi diri untuk memulai
dan menyelesaikan tulisan
2. Baca Fiksi orang lain: Upaya menemukan bahan
belajar/referensi berupa ide, 
pemilihan kata, serta gaya
dan teknik penulisan.
3. Ide dan genre: 
× Segera catat saat ide 
mendadak muncul
× Menemukan ide dengan cara
mengembangkan imajinasi
× Pemilihan genre disesuaikan
dengan yang disukai dan
dikuasai
4. Outline
× Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur
pembangun cerita fiksi
× Menentukan tema agar pembaca mengerti
lingkup cerita fiksi kita
× Membuat premis sesuai tema
× Menentukan uraian alur/plot berdasarkan
unsur-unsurnya
× Menentukan penokohan kuat berdasarkan
jenis dan teknik penggambaran watak tokoh
dengan baik
× Menentukan latar/setting dengan
menunjukkan sisi eksotis dan detail
× Memilih sudut pandang penceritaan yang unik
5. Menulis
× Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan, 
kata unik, konflik)
× Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan
baik dengan cara memaparkan secara jelas
kepada pembaca
× Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal
tokoh
× Menggunakan pertimbangan logis agar tidak
cacat logika dan memperkuat imajinasi
× Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas
× Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata 
(diksi)
× Membuat ending yang baik
6. Swasunting
× Dilakukan setelah selesai menulis;
× Jangan menulis sambil mengedit;
× Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan
pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah, 
aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita;
× Usahakan menempatkan diri pada posisi
sebagai penyunting agar tega menyunting
tulisan sendiri;
× Jangan lupa menyiapkan Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia (PUEBI).
Ternyata mudah bukan? Mari menjadi generasi milenial yang kreatif menulis cerita fiksi.

Comments